Kamis, 16 Juni 2016

PENGALAMAN MENGIKUTI PROGRAM SM-3T DI ENDE, NTT


        Berbicara tentang menjadi sosok Guru, bukanlah profesi yang mudah. Apalagi jika mengabdi di daerah-daerah terpencil dan tertinggal. Pasti sangat sulit menjalani hidup yang serba kekurangan. Tetapi menjadi seorang guru tidak boleh sampai habis akal dan ide-ide dalam menjalankan tugasnya, dimanapun seorang guru di tempatkan, ia harus siap. Saya sebagai guru muda yang mungki belum selayaknya disebut sebagai Guru, karena masih banyak tingkah laku dan tindakan yang belum selayaknya dijadikan contoh atau tauladan oleh siswa, tetapi dengan semangat 45 dan keinginan yang tinggi dalam mengajar dan membimbing anak-anak, maka saya mengikuti program SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Saya mendapatkan tempat tugas di SMA Negeri 1 Nangapanda. Wow! SMA? Negeri? Banyak pertanyaan dalam benak saya. Bagaimana Sekolahnya? Bagaimana wajah guru-guru dan siswanya? Bagaimana etika mereka? Ada air dan listrik tidak disana? Saya tinggal dimana? Ada rasa khawatir tapi penasaran di raut wajah saya, tetapi tak sedikit tips yang diberikan para senior mampu membuat saya siap untuk menjalani hari-hari, lagi pula tekad saya sudah bulat. Apapun yang terjadi nanti inilah Takdir Tuhan.



Hari-hari saya memberikan bimbingan dan layanan konseling kepada siswa memiliki tak sedikit permasalahan. Yang menjadi tranding topic adalah BOLOS. Banyak sekali siswa di sekolah ini yang membolos, minat mereka untuk belajar rendah, terutama siswa laki-laki dan bolos sudah menjadi hobi kata mereka. Tetapi saya tidak habis akal. Dengan bersikap tegas, terus mengajarkan mereka tentang kedisplinan, dan memberikan layanan konseling individu dan kelompok membuat angka kebolosan di sekolah ini menjadi berkurang. Banyak siswa yang jadi sering curhat masalah mereka, seperti masalah dengan orang tua, masalah belajar hingga masalah percintaan. Ini membuat saya jadi belajar banyak tentang kepribadian mereka dan menjadi lebih dekat dengan siswa. Sesekali saya mengajak siswa melakukan permainan yang mendidik agar mereka tidak jenuh dalam belajar.


Mempelajari budaya dan adat istiadat mereka merupakan pengalaman yang juga tak terlupakan. Seru, kadang merasa takut namun menyenangkan dan menciptakan warna baru dalam hari-hari pengabdianku. Mendapat undangan acara “Sambut Baru” anak-anak guru di sekolah, undangan acara pernikahan dan kematian juga sering saya hadiri. Yang paling berkesan adalah ketika saya bersama seorang teman guru Smanda pergi ke kampung halamannya di bajawa, kami di undang untuk mengikuti Upacara adat “REBA’A”. Yang paling unik adalah setiap acara selalu ada jogetnya.
 




Keinginanku untuk jalan-jalan di flores tercapai. Flores tidak kalah cantik dan indah dari bali. banyak bukit, gunung dan pantai sejauh mata memandang. Pasir putih pantai koka, danau kelimutu dan 17 pulau di riung sudah saya jajaki. Kurang puas jika hanya sekali kesana. Kalau ada rejeki nanti saya ingin sekali kembali ke tempat ini.


Bagi sebagian orang, setahun bukanlah waktu yang lama, setahun pengabdianku mungkin saja tak terlukis nyata perjalanannya. Tapi bagi kami guru SM3T, setahun inilah yang menghadirkan banyak pelajaran hidup. Setahun inilah yang mengubah hidupku. Setahun inilah yang memberi manfaat. Setahun inilah yang mengenalkan pada banyak makna, setahun inilah yang tak terlupakan dan setahun inilah yang membuatku mencintai negeriku.  ^.^

Kamis, 30 Januari 2014

Conditioning Theory

Conditional atau Conditioning dalam arti sempit adalah  upaya pembiasaan. Dimana teori conditioning ini pertama kali dikemukakan oleh Ivan Pavlov. Conditioning Theory ini di bagi menjadi 3 bagian antara lain :
a.       Classical Conditioning
b.      Operant Conditioning
c.       Sistematic Behavior



KONFLIK DAN FRUSTASI-LANDASAN PSIKOLOGIS



Bagi kalian yang memilih jurusan Bimbingan dan Konseling, Berikut ini akan saya jelaskan  mengenai konflik dan frustasi pada Mata Kuliah Landasan Psikologis. 

a. Konflik
Dalam kehidupan sehari –hari, kadang individu menghadapi beberapa motif yang saling
bertentangan. Dengan demikian individu berada dalam keadaan konflik fisikis, yaitu usaha pertentangan batin, suatu keseimbangan, suatu keragu – raguan motif mana yang akan diambil.

Jumat, 24 Januari 2014

Tujuan Pendidikan

Macam-macam Tujuan Pendidikan
Setiap Negara tentu mempunyai cita cita tentang warga negaranya akan diarahkan. Cita cita tersebut dimanifestasikan dalam bentuk tujuan pendidikannya. Cita cita bangsa Indonesia adalah terbentuknya manusia Pancasila bagi seluruh warga negaranya. Tujuan pendidikannya telah disejajarkan dengan cita cita tersebut.

TAKSONOMI

A. Arti dan Letak Taksonomi dalam Pendidikan
                        Sejak lahir kurikulum PPSP (Proyek Perintis Sekolah Pembangunan) yang kemudian disusul oleh lahirnya kurikulum tahun 1975, telah mulai tertanam kepada para guru bahwa tujuan pelajaran harus dirumuskan sebelum proses belajar-mengajar berlangsung.
                        Kepentingan hubungan antara kegiatan belajar-mengajar dengan tujuan, oleh seorang ahli bernama Scriven (1967) dikemukakan bahwa harus ada hubungan erat antara :
1.      Tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran
2.      Bahan pelajaran dengan alat-alat evaluasi
3.      Tujuan kurikulum dengan alat-alat evaluasi

Kamis, 09 Januari 2014

KARYAWISATA

PENGERTIAN KARYAWISATA
                   Karyawisata dapat dikatakan sebagai kegiatan perjalanan atau kunjungan lapangan adalah suatu perjalanan oleh sekelompok orang ke tempat yang jauh dari lingkungan normal.Tujuan perjalanan biasanya pengamatan untuk pendidikan, non-eksperimental penelitian atau untuk memberikan pengalaman siswa di luar kegiatan sehari-hari mereka.
                   Banyak para ahli yang merumuskan pengertian darikaryawisata. Berikut Pengertian karyawisata menurut para ahli :
Copyright © EnnLaw | Floating Leaves template designed by ennyLaw | eLaw's Design